Posts

Showing posts with the label Jalan-Jalan

Ke Bengkulu Ngopi Sambil Menikmati Sunset dan Jejak di Fort Marlborough

Image
Welcome to Bengkulu Ke Bengkulu untuk ngopi? Bengkulu cukup dekat dari Jakarta, hanya memakan waktu 50 menit jika menggunakan pesawat terbang dari bandara Sukarno-Hatta ke bandara Fatmawati Sukarno di Bengkulu. Kota Bengkulu berada di depan samudra Indonesia. Cuaca sepertinya cenderung agak panas layaknya kota-kota di pinggir pantai di mana suhu berkisar sekitar 30 derajat celsius.  Kota Bengkulu juga rawan gempa. Dari percakapan dengan supir yang mengantar ke mana-mana di Bengkulu dapat saya simpulkan bahwa masyarakat kota Bengkulu sudah sangat terbiasa dengan gempa sehingga bangunan pun tak ada yang terlalu tinggi. Hotel misalnya, cuma 6 lantai. Demikianlah pada hari Senin (4/12) saya menjejakkan kaki di Bengkulu. Pertama tentu di bandara Fatmawati Sukarno yang disebut sebagai bandara internasional. Bandara ini cukup bagus, fasilitas lengkap dan tentu tak serumit bandara Sukarno-Hatta. Kalau turun dari pesawat langsung menuju ruang kedatangan dan bisa langsung kelu...

Naik Kereta Api Argo Parahyangan Ekonomi Premium Tuuut Tuuut Tuuut Siapa Hendak Turut Dari Bandung ke Jakarta

Image
Gerbong Kereta Argo Parahyangan Ekonomi Premium Satu hal yang saya senangi kalau bepergian, baik untuk mengurus urusan ini maupun urusan itu adalah naik kereta api . Cinta saya ke kereta api sebenarnya sudah lama, tetapi selama itu pula bertepuk sebelah tembok, eh. Ibarat kata syair lagu Dewa: baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan ... Dulu ketika masih SMP di sudut kota Padang Panjang, setiap cabut dari jam pelajaran yang saya lakukan adalah mengejar kereta yang membawa batubara dari Sawahlunto yang lewat di belakang sekolah. Kadang saya sampai di Kayu Tanam, kadang hingga Batu Taba atau paling dekat ke stasiun di Padang Panjang yang kini sudah tak ada. Jalur kereta api itupun mungkin kini sudah tak ada, sedih tentunya. Sekitar tahun 1999 setiba di Jakarta pertama kali, sering naik kereta ekonomi yang nauzubillah sumpeknya. Penumpang berjejalan, pedagang, pengamen dan pengemis tumplek jadi satu dalam gerbong yang begitu pengab. Hanya ada AC alam. Cinta ke...

Tiba-Tiba Dua Malam di Purwokerto

Image
Stasiun Purwokerto di malam hari Entahlah, suatu waktu saya tiba-tiba sampai dan bermalam di sebuah kota, Purwokerto , namanya.  Sekilas ke belakang, saya termasuk orang yang jarang jalan-jalan atau beredar secara offline. Beberapa teman di komunitas MADE Initiative mengatakan bahwa kaki saya jarang menginjak bumi/offline ( tapi bukan berarti hantu, lho ) karena hidup saya terlalu banyak online sehingga ketika saya jalan-jalan ke sebuah kota atau lokasi tertentu mereka menyebut sebuah pengecualian. Tentu hal ini berlebihan sebab sejatinya saya suka jalan kaki demi menghemat ongkos ojek pangkalan. Jadilah, suatu waktu yang tak bisa saya sebutkan harinya karena terkait dengan privasi dan keamanan ( ciyeeee ) pihak-pihak yang terlibat dalam perjalanan setengah rahasia yang saya lakukan, saya sampai di Purwokerto untuk satu-dua urusan yang harus dituntaskan demi kejayaan Nusa dan Bangsa Indonesia ( yang ini lebay mode on ).  Berangkat dari Gambir dengan kereta T...

Mengurus Paspor Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Image
Map berisi persyaratan mengurus paspor Judulnya Lebay yah?  Sebenarnya tidak lebay , tetapi begitulah kenyatannya. Hari ini saya memperpanjang masa berlaku paspor yang akan habis masa berlakunya akhir bulan Februari ini. Semulanya masih ragu, khawatir sulit atau lama. Namun keraguan tersebut sirna setelah saya mengalami sendiri mengurus paspor langsung secara mandiri. Ceritanya begini. Masa berlaku paspor saya akan berakhir pada akhir bulan Februari ini. Paspor ini saya buat lima tahun yang lalu. Sebelumnya saya sudah memiliki paspor dari tahun 2004, namun setelah habis masa berlakunya tidak saya perpanjang. Kemudian sebuah undangan menghadiri Samsung Forum di Bangkok tahun 2012 yang lalu memaksa saya membuat ulang paspor karena yang lama sudah tidak berlaku lagi. Waktu itu saya tidak mau repot dan saya serahkan saja kepada teman untuk mengurusnya, meskipun saya tetap hadir untuk wawancara dan foto. Namun kali ini hal tersebut tidak boleh terulang lagi. Saya be...

Suatu Ketika di Manokwari, Sebuah Catatan Perjalanan

Image
Boleh dikatakan saya jarang bepergian. Jarang jalan-jalan. Namun demikian, jika sekali ada kesempatan jalan-jalan, saya ingin ke Indonesia Timur. Demikianlah beberapa waktu yang lalu, tepatnya dari 20 hingga 25 November 2016 saya berkesempatan mengunjungi Manokwari di Provinsi Papua Barat dalam sebuah misi mengabarkan literasi digital (😀). Jujur ini perjalanan pertama saya ke wilayah Indonesia yang lebih jauh. Beberapa kali ke arah timur Indonesia hanya sampai di Bali. Ambon belum sempat saya kunjungi. Apalagi Banda Neira, sebuah pulau penuh sejarah yang menjadi ritual wajib untuk dikunjungi para penggemar Sutan Sjahrir. Semoga ada kesempatan ke sana. Kisah ke Manokwari ini bermula pada hari Minggu (19/11). Sekitar pukul 8 malam saya naik Batik Air dari Halim Perdanakusumah menuju Makassar. FYI, saya tak menggunakan penerbangan langsung dan tidak peduli apakah itu penerbangan langsung atau tidak langsung, yang penting sampai di Manokwari. Sekitar jam 11.00 waktu Makassar m...