Posts

Showing posts with the label Sosok

Steve Jobs Aktor Di Belakang Pakta Tidak Saling Merekrut Karyawan

Image
Steve Jobs Sumber: campus.edublogs.org Hari selasa yang lalu (22 Januari 2013) pengadilan mengeluarkan beberapa email yang menjadi bukti adanya persekongkolan di antara perusahaan teknologi di Silicon Valley untuk sepakat tidak saling merekrut karyawan masing-masing perusahaan yang berpartisipasi.  Email yang menjadi bukti tersebut memperlihatkan peran besar almarhum Steve Jobs untuk memaksa pihak-pihak yang terlibat, seperti Google, Palm, Intel dan Intuit agar sepakat untuk tidak saling merekrut karyawan masing-masing. Hal yang cukup memberatkan Steve Jobs adalah ancamannya kepada CEO Palm waktu itu, Ed Colligan agar berhenti merekrut karyawan Apple Inc. Jika Palm tidak berhenti, Steve Jobs akan melancarkan gugatan paten ( bogus patent ) terhadap Palm. Pertanyaannya mengapa munculnya email keterlibatan para petinggi perusahaan di Slicon Valley ini? Sejenak ke belakang, beberapa orang karyawan yang merasa dirugikan dengan adanya perjanjian untuk tidak saling mere...

Apakah Guru Masih Pantas Digugu dan Ditiru

Image
Ilustrasi, guru sedang mengajar, sumber: riautrust.com Di sebuah sudut di kaki Gunung Merapi, Sumatera Barat, berdiri sebuah sekolah dasar. Namanya SD Inpres Andalas. Di sekolah itu, saya belajar, mengenal dunia dari guru-guru yang sedemikian ikhlas dan berbakti. Waktu itu, tentu saya tidak bisa merasakan betapa besar pengorbanan guru saya, Datang pagi-pagi dari kota ke daerah di kaki gunung Merapi. Semua guru tersebut berjalan kaki, ada yang hingga 30 kilometer sehari (pergi dan pulang).  Kepala sekolah saya rumahnya berada sekitar 10 kilometer dari kampung saya. Ia setiap hari berjalan kaki, tetapi tidak melalui jalan besar. Ia melewati persawahan. Tentu saja ia menanggalkan sepatunya dan menggulung kaki celananya setiap berangkat dan pulang dari mengajar. Hampir tidak pernah terlihat rasa lelah mereka untuk mengajar saya dan teman-teman saya waktu itu. Saya percaya, gaji mereka tidak sebesar gaji guru-guru sekarang ini. Namun mereka selalu bersemangat, memberikan ...

Tan Malaka: Jalan Sunyi Proklamator yang Gagal

Bayangkan seandainya proklamator Republik Indonesia adalah Tan Malaka. Bayangkan seandainya Tan Malaka membacakan naskah Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun sejarah tidak dituliskan dengan kata “Seandainya”. Semua kita tahu Soekarno-Hatta lah yang menjadi proklamator, Tan Malaka? Entah ke mana pada hari yang sangat bersejarah tersebut. Kekaguman saya kepada  tokoh kiri Indonesia, Tan Malaka tiada habisnya. Meskipun saya lebih condong menganut sosio demokrat yang diusung Sutan Sjahrir, namun Tan Malaka adalah inspirasi yang tak pernah habis digali. Kehidupannya yang sepanjang 52 tahun, separuh di antaranya dihabiskan dalam buangan, dikejar berbagai agen penjajah. Hidup berpindah-pindah mulai tahun 1922 dari Amsterdam, Rotterdam, Berlin, Moskow, Kanton, Hong Kong, Manila, Shanghai, Amoy, beberapa desa di pedalaman Tiongkok,  lalu Rangoon, Singapura, Penang, dan kembali ke Indonesia di tahun 1942. Kehidupan dalam persembunyian, dikejar-kejar agen penjajah mem...

Mengenang Perdana Menteri Indonesia Pertama, Sutan Sjahrir

Ketika Indonesia memasuki usia 67 tahun bulan Agustus yang lalu,  Sutan Sjahrir kembali menjelang di pikiran saya. Semalaman saya paksakan untuk menuliskan kata-kata untuk sekadar pelipur lara bagi  Bung Kecil yang sangat besar jasanya bagi republik ini. Ia yang kini berada di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Satu-satunya dari empat Bapak Pendiri Republik ini yang dimakamkan di sana, Hatta tidak, Soekarno tidak,  apalagi Tan Malaka. Bung Kecil begitu ia akrab dipanggil, badannya kecil, namun sungguh paradoks dengan semangat demokrasi dan rasa tidak takutnya. Pernah sewaktu masih di Bandung teman-temannya menguji si Bung untuk tidur di pemakaman, si Bung Kecil menganggap tidak ada hantu di dunia ini, ia seorang yang tidak percaya tahyul. Sangat logis, tidak percaya pada keangungan kisah-kisah lampau masa-masa kerajaan seperti Majapahit. Semua di dunia ini nyata adanya, menurutnya. Sewaktu masih menjadi perdana menteri mobil dinas Bung Kecil diberhentikan oleh prajurit...