Posts

Showing posts with the label Social Media

Kisah Tukang Sapu yang Kehilangan Sapunya

Image
Dunia internet adalah dunia Wild Wild West . Jika dulu sering nonton film koboi di mana koboi bisa menyalakkan pistol dan senapan seenaknya, demikianlah perumpamaan dunia internet kini. Setiap orang, kecil besar, dewasa atau anak-anak, remaja atau yang sudah tua sangat bisa melakukan apa saja yang mereka kehendaki di internet. Bila anda sanggup untuk menahan emosi, marah, kesal dan mungkin ngeri, cobalah tonton video penembakan massal yang terbaru, misalnya di Bufallo AS. Begitulah internet yang dulu dicita-citakan Tim Berners Lee sebagai media informasi menjadi dunia kelam dan mungkin sejarah kelam umat manusia. Orang-orang yang selalu berkelahi di media sosial, mereka yang selalu pamer di Instagram atau orang-orang yang memutarbalikkan fakta dan menyebarkan teori konspirasi di Facebook dan YouTube adalah keseharian dunia internet. Saya ingat sebuah kalimat yang menggambarkan korupsi, tetapi akhir-akhir ini sangat cocok untuk diandaikan kepada para pengguna internet. Power Tends to Co...

Kimi Hime dan Kegatalan Terhadap Moral

Image
Kimi Hime (sumber: Kincir(dot)com) Beberapa hari ini Indonesia dirundung Kimi Hime. Kimi Hime kenal? Saya sih tidak. Namun para penggila games mungkin kenal sama adik Kimi Hime yang keren ini. Keren bukan saja ia punya subscriber 2,2 juta lebih di YouTube, tetapi juga penampilannya. Sebagai cosplayer, Kimi Hime memang memaksimalkan penampilannya. Ditunjang oleh bentuk anggota tubuh menggoda, tak pelak Kimi Hime jadi pujaan. Kimi Hime sudah lama disorot. Sebelum heboh Kominfo memaksa menurunkan 3 videonya di YouTube, saya pernah mendengar keluhan yang sama. Saya mengira terlalu banyak orang yang ngaceng karena melihat Kimi Hime. Padahal hanya lewat layar, pun ia hanya bermain games dengan gemesnya. Sejauh pengalaman mereview konten, Community Guide Lines YouTube secara jelas melarang konten seksual. Namun larangan ini bukan sesuatu yang baku yang berujung kepada penghapusan konten. Konten bernuansa seksual merupakan salah satu konten yang sangat sulit untuk direview. Salah...

Serangan Teroris dan Rekaman Video yang Tak Kunjung Dihapus

Image
Sumber: France 24 Bencana!   Itulah yang terjadi hari Jumat yang lalu saat seorang teroris memasuki dua masjid di  Christchurch , Selandia Baru dan memberondong orang-orang yang ada di masjid tersebut dengan senapan semiotomatis. Ini mungkin peristiwa penembakan kesekian kalinya secara global, namun mungkin pertama kali di Selandia Baru yang cenderung adem . Bahkan dengan korban sedemikian banyak, yaitu 50 meninggal dan lainnya luka-luka. Bencana itu bertambah berkali-kali lipat ketika teroris tersebut mengumumkan aksinya di situs 8chan di sebuah papan pro kanan jauh dan kemudian merekam aksinya dengan cara menyiarkan secara langsung proses penembakan tersebut melalui media sosial Facebook. Live streaming aksi teroris tersebut disiarkan selama 17 menit, sebelum Facebook kemudian diberitahu oleh polisi Selandia Baru dan menghapusnya. Bencana kemanusiaan yang diperparah oleh ketidakberdayaan media sosial Facebook untuk mengendalikan tool yang mereka buat sen...

Manipulasi Media & Disinformasi Online

Image
Hari-hari sekarang ini hampir tidak ada peristiwa tanpa ada pelintiran media dan disinformasi. Kita melihat kecederungan manipulasi media dan disinformasi ini terus subur di tengah iklim setengah bebas yang tak menentu dalam free speech.  Bila kita tengok ke belakang sebentar, merasuknya politik ke internet dan media sosial khususnya telah mengubah lanskap internet dan media sosial dari sebuah sarana mencari, mengolah dan mengonsumsi informasi yang cenderung netral ke kegiatan yang cenderung mendisrupsi segala sesuatu yang ajeg dengan cara-cara yang tidak terbayangkan sebelumnya bisa dilakukan secara offline. Juga bila kita lihat sebelumnya, kultur internet adalah sesuatu yang netral dan jauh dari keributan. Jika kita ingat banyaknya grup dulu, chatting di Yahoo Messenger, MiRC dan berbagai forum terbuka maupun tertutup lebih merupakan sesuatu yang sambil lalu dan tak terkait dengan pencapaian kekuasaan melalui penggalangan gerakan di internet dan media sosial karena ak...

Fatwa MUI, Sebaran Hoax, Fitnah dan Ujaran Kebencian

Image
Hampir setahun yang lalu, saya datang ke gedung Kominfo untuk menghadiri rilis sebuah fatwa yang saya rasa waktu itu merupakan kata putus untuk banyaknya sebaran hoax, fitnah, bullying, namimah (di antaranya) di media sosial Indonesia. Fatwa itu disebut dengan Hukum dan Pedoman Bermuamalah di Media Sosial. Waktu itu, bulan Ramadan, bulan suci dan rilis fatwa ini di bulan Ramadan diharapkan sebagai pertanda bahwa fatwa ini penting untuk segera dilaksanakan umat Islam di Indonesia. Hampir setahun kemudian, hasilnya? Ah sudahlah. Sedikit saya ceritakan latar belakang mengapa Fatwa MUI Nomor 24 tentang Hukum dan dan Pedoman Bermuamalah di Media Sosial ini penting. Kita kembali ke data. Penduduk Indonesia saat ini berjumlah sekitar 262 juta, sebanyak 132 juta merupakan pengguna internet. Oleh karena sebagian besar orang Indonesia beragama Islam, bisa disimpulkan bahwa pengguna internet Indonesia sebagian besar juga beragama Islam.  Dengan banyaknya pengguna internet ya...

Catatan 2017: Ketika Opini Dilawan Persekusi

Image
Ketika Opini Dilawan Persekusi Media sosial Indonesia sepanjangan tahun 2017 menyajikan banyak cerita. Ada beberapa cerita yang penting, ada banyak trending topic di Twitter Indonesia, namun satu yang sangat terasa adalah banyaknya kabar palsu, fabrikasi fakta, fitnah, makian dan berbagai hal negatif lainnya. Sepanjangan tahun 2017, kebebasan berpendapat di media sosial di Indonesia secara keseluruhan jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Bahkan bisa disimpulkan bahwa media sosial di Indonesia cenderung lebih bebas sehingga efek negatif kebebasan ini tak terelakkan. Sedikit kita tengok ke belakang, sebelum politik merasuk ke internet khususnya media sosial, bisadikatakan situasi media sosial di Indonesia baik-baik saja. Hal ini bisa kita lihatsebelum tahun 2012. Situasi media sosial di Indonesia saya rasa jauh lebih sejuk dibandingkan tahun 2017, di mana para pengguna belum terekspos oleh ber...